Rabu, 26 Desember 2012

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah

Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), minggu 16/12/2012 merilis lima nama gubernur yang mendapat penghasilan bulanan terbesar di tahun 2012.
Kelima Gubernur yang dimaksud adalah :

  1. Gubernur Provinsi Jawa Timur mendapat Rp 642 juta perbulan dan wakil gubernur mendapat Rp 627 juta per bulan.
  2. Gubernur Provinsi  Jawa Barat mendapat Rp 603 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 584 juta per bulan.
  3. Gubernur Provinsi  Jawa Tengah mendapat Rp 438  juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 422 juta per bulan.
  4. Gubernur Provinsi Kalimantan Timur mendapat Rp 344 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 328 juta per bulan.
  5. Gubernur Provinsi Sumatera Utara mendapat Rp 327 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 321 juta per bulan.
Penghitungan gaji ini menurut Maulana (direktur riset sekretaris nasional), didasarkan pada besaran gaji yang tidak hanya ditentukan dari nilai gaji pokok serta tunjangan seperti yang ditetapkan oleh undang – undang, namun juga dari insentif pajak serta retribusi daerah.
Semakin besar retribusi dan pajak yang diperoleh dari suatu daerah, maka akan semakin besar penghasilan yang didapat para kepala daerah tersebut.
Mengetahui jumlah pendapatan yang begitu besar, wajarlah kalau kemudian posisi ini menjadi rebutan bagi banyak partai politik untuk menempatkan wakilnya di posisi ini. Terlepas dari hal tersebut, semoga saja para gubernur ini mampu mengemban tugas serta tanggung jawabnya dengan baik demi kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya.
Jawa tengah sendiri akan memasuki masa pemilihan gubernur baru sekira enam bulan lagi atau sekitar bulan juni 2013 mendatang. Banyak nama – nama calon gubernur dan wakil gubernur yang bermunculan termasuk gubernur aktif saat ini, Bibit Waluyo sebagai calon incumbent. Well, kita tunggu saja siapa calon yang akan diusung oleh partai politik.
Di masa lalu, saya sebagai pemilih bahkan tidak mengetahui siapa yang akan saya pilih, apa visi misinya. Intinya, pada waktu itu saya datang ke tempat pemungutan suara (TPS), diberi satu lembar kertas suara, kemudian masuk ke bilik suara, dan mencoblos gambar yang kelihatannya “keren”, J. Kemungkinan karena waktu itu saya masih “anak – anak” sehingga tidak begitu peduli pada dunia politik, dan juga profil calon pemimpin yang jarang disampaikan oleh para tim suksesnya.
Namun berbeda halnya dengan sekarang, dimana perkembangan informasi begitu cepat. Sebagai pemilih, kita dapat mengetahui secara lengkap profil dari masing – masing calon dari berbagai sumber informasi yang ada, terutama internet. Termasuk juga karakter, latar belakang dan kinerjanya di masa lalu. So, penting sekali bagi para calon pemimpin untuk memanfaatkan kekuatan internet ini sebagai media untuk memberikan pemahaman kepada para pemilih.
Lihat saja contoh kasus yang menimpa bupati garut, dimana sebagai akibat perputaran informasi yang begitu intens dan selalu di update, saya yang notabene bukan warga kabupaten garut juga pada akhirnya mengetahui kasus tersebut. Demikian kuatnya peran media informasi termasuk internet, pada akhirnya membuat masyarakat menuntut agar beliau segera turun dari jabatannya. Topik ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat garut, namun juga Presiden SBY, bahkan hingga ke luar negeri.
Sebagai pemilih yang semakin cerdas, tentu kita akan dapat menilai secara lebih obyektif, mana pemimpin yang layak untuk kita pilih dengan memanfaatkan informasi yang ada yang kita harapkan dapat seakurat mungkin serta seobyektif mungkin.

0 komentar:

Posting Komentar