Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), minggu 16/12/2012
merilis lima nama gubernur yang mendapat penghasilan bulanan terbesar di tahun
2012.
Kelima Gubernur yang dimaksud adalah :
- Gubernur Provinsi Jawa Timur mendapat Rp 642 juta perbulan dan wakil gubernur mendapat Rp 627 juta per bulan.
- Gubernur Provinsi Jawa Barat mendapat Rp 603 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 584 juta per bulan.
- Gubernur Provinsi Jawa Tengah mendapat Rp 438 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 422 juta per bulan.
- Gubernur Provinsi Kalimantan Timur mendapat Rp 344 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 328 juta per bulan.
- Gubernur Provinsi Sumatera Utara mendapat Rp 327 juta per bulan dan wakil gubernur mendapat Rp 321 juta per bulan.
Penghitungan gaji ini menurut Maulana (direktur riset sekretaris nasional),
didasarkan pada besaran gaji yang tidak hanya ditentukan dari nilai gaji pokok
serta tunjangan seperti yang ditetapkan oleh undang – undang, namun juga dari
insentif pajak serta retribusi daerah.
Semakin besar retribusi dan pajak yang diperoleh dari suatu daerah, maka
akan semakin besar penghasilan yang didapat para kepala daerah tersebut.
Mengetahui jumlah pendapatan yang begitu besar, wajarlah kalau kemudian
posisi ini menjadi rebutan bagi banyak partai politik untuk menempatkan
wakilnya di posisi ini. Terlepas dari hal tersebut, semoga saja para gubernur
ini mampu mengemban tugas serta tanggung jawabnya dengan baik demi
kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya.
Jawa tengah sendiri akan memasuki masa pemilihan gubernur baru sekira enam
bulan lagi atau sekitar bulan juni 2013 mendatang. Banyak nama – nama calon
gubernur dan wakil gubernur yang bermunculan termasuk gubernur aktif saat ini,
Bibit Waluyo sebagai calon incumbent. Well, kita tunggu saja siapa calon yang
akan diusung oleh partai politik.
Di masa lalu, saya sebagai pemilih bahkan tidak mengetahui siapa yang akan
saya pilih, apa visi misinya. Intinya, pada waktu itu saya datang ke tempat
pemungutan suara (TPS), diberi satu lembar kertas suara, kemudian masuk ke
bilik suara, dan mencoblos gambar yang kelihatannya “keren”, J. Kemungkinan karena waktu itu saya masih
“anak – anak” sehingga tidak begitu peduli pada dunia politik, dan juga profil
calon pemimpin yang jarang disampaikan oleh para tim suksesnya.
Namun berbeda halnya dengan sekarang, dimana perkembangan informasi begitu
cepat. Sebagai pemilih, kita dapat mengetahui secara lengkap profil dari masing
– masing calon dari berbagai sumber informasi yang ada, terutama internet.
Termasuk juga karakter, latar belakang dan kinerjanya di masa lalu. So, penting
sekali bagi para calon pemimpin untuk memanfaatkan kekuatan internet ini
sebagai media untuk memberikan pemahaman kepada para pemilih.
Lihat saja contoh kasus yang menimpa bupati garut, dimana sebagai akibat
perputaran informasi yang begitu intens dan selalu di update, saya yang
notabene bukan warga kabupaten garut juga pada akhirnya mengetahui kasus
tersebut. Demikian kuatnya peran media informasi termasuk internet, pada akhirnya
membuat masyarakat menuntut agar beliau segera turun dari jabatannya. Topik ini
tidak hanya menjadi perhatian masyarakat garut, namun juga Presiden SBY, bahkan
hingga ke luar negeri.
Sebagai pemilih yang semakin cerdas, tentu kita akan dapat menilai secara
lebih obyektif, mana pemimpin yang layak untuk kita pilih dengan memanfaatkan
informasi yang ada yang kita harapkan dapat seakurat mungkin serta seobyektif
mungkin.





0 komentar:
Posting Komentar